Jumat, 13 Februari 2026

IHSG Menguat Tajam ke Level 8.290,97 Didukung Lonjakan Saham Energi dan Telekomunikasi

IHSG Menguat Tajam ke Level 8.290,97 Didukung Lonjakan Saham Energi dan Telekomunikasi
IHSG Menguat Tajam ke Level 8.290,97 Didukung Lonjakan Saham Energi dan Telekomunikasi

JAKARTA - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 11 Februari 2026, menghadirkan optimisme baru bagi pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mengakhiri sesi di zona hijau dengan penguatan signifikan.

IHSG tercatat naik 1,96% ke level 8.290,97 pada penutupan perdagangan. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif investor di tengah pergerakan saham unggulan yang solid.

Penguatan indeks dipimpin oleh saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor berbasis komoditas. Sejumlah saham bahkan mencatat lonjakan harga yang cukup tajam sepanjang sesi.

Baca Juga

Purbaya Bakal Gelontorkan Insentif Saham Emiten Kapal Segera Dapat Durian Runtuh

Di sisi lain, tidak semua saham bergerak searah dengan indeks. Beberapa saham unggulan justru mengalami tekanan dan menjadi penahan laju kenaikan IHSG.

Kondisi pasar ini menunjukkan adanya rotasi sektor yang cukup jelas. Investor tampak selektif dalam memilih saham dengan potensi kinerja jangka pendek dan menengah.

Saham Penggerak Utama dan Penekan Indeks

Penguatan IHSG didorong oleh pergerakan saham BRPT yang melonjak 12,32%. Selain itu, TLKM naik 3,82% dan CUAN melesat 17,38% sebagai leading movers.

Lonjakan saham-saham tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks secara keseluruhan. Kinerja positif ini juga mencerminkan meningkatnya minat investor pada saham-saham tertentu.

Namun, tekanan terlihat pada saham CASA yang terkoreksi 8,58%. Sementara itu, BMRI turun 1,47% dan ASII melemah 1,46% sebagai lagging movers.

Perbedaan kinerja saham ini menggambarkan adanya pergeseran minat investor dari sektor tertentu ke sektor lainnya. Kondisi ini umum terjadi ketika pasar berada dalam fase konsolidasi menuju tren baru.

Saham-saham yang mengalami penurunan tidak serta-merta kehilangan daya tarik jangka panjang. Investor cenderung memanfaatkan koreksi untuk melakukan akumulasi pada harga yang lebih menarik.

Kombinasi antara saham penguat dan penekan indeks ini membuat pergerakan IHSG tetap dinamis. Meski demikian, dominasi saham penggerak berhasil membawa indeks ditutup di zona hijau.

Aksi Investor Asing dan Pergerakan Sektoral

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp366,64 miliar di pasar reguler. Sementara itu, di seluruh pasar, nilai jual bersih asing mencapai Rp526,64 miliar.

Aksi jual asing ini menunjukkan adanya kehati-hatian investor global terhadap pasar domestik. Meski demikian, tekanan tersebut tidak menghalangi IHSG untuk tetap menguat.

Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir menguat pada perdagangan hari ini. Sektor Energy mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,95%.

Sektor ini menjadi primadona seiring meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berbasis energi dan komoditas. Kinerja sektor Energy yang solid turut mendorong sentimen positif di pasar.

Sementara itu, sektor Finance menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,49%. Tekanan di sektor keuangan menjadi penyeimbang di tengah penguatan sektor lainnya.

Meski demikian, pelemahan sektor Finance tidak terlalu signifikan dalam menahan laju IHSG. Dominasi sektor-sektor penguat tetap menjadi faktor utama penggerak indeks.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan pasar tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Diversifikasi penguatan antar sektor membuat tren kenaikan IHSG terlihat lebih sehat.

Investor juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan rotasi portofolio. Saham-saham dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi menjadi incaran utama.

Sentimen Global dan Kebijakan Bursa

Pasar saham domestik berpotensi memperoleh sentimen positif seiring hasil pertemuan otoritas bursa dengan MSCI. Hal ini tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,92% dan MSCI Indonesia naik 1,32% pada perdagangan semalam.

Pergerakan positif indeks global yang terkait dengan Indonesia memberikan sinyal optimisme bagi investor domestik. Kondisi ini turut memperkuat keyakinan terhadap prospek pasar saham nasional.

Di sisi kebijakan pasar, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan rencana penerbitan shareholders concentration list. Daftar ini berisi saham dengan kepemilikan terkonsentrasi guna meningkatkan transparansi dan integrasi pasar.

Kebijakan tersebut mengacu pada praktik yang telah diterapkan oleh Bursa Hong Kong. Tujuannya adalah memberikan informasi yang lebih lengkap kepada investor mengenai struktur kepemilikan saham.

Selain itu, BEI juga mengkaji pembukaan data investor dengan kepemilikan di atas 1,00% yang tidak terbatas pada ambang 5,00%. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan keterbukaan informasi di pasar modal.

BEI juga berencana memperluas klasifikasi investor menjadi 28 sub-kategori. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data dan pemahaman terhadap profil investor di Indonesia.

Implementasi kebijakan ini ditargetkan mulai akhir Februari atau awal Maret. Namun, metodologi perhitungan konsentrasi kepemilikan masih dalam tahap kajian.

Jika terealisasi, kebijakan tersebut diyakini dapat memperkuat kepercayaan investor. Transparansi yang lebih tinggi diharapkan mampu menarik minat investor domestik maupun asing.

Aksi Korporasi dan Rekomendasi Saham

Dari sisi korporasi, Multitrend Indo (BABY) mengumumkan rencana akuisisi distributor mainan Emway Globalindo (EGI) senilai Rp269,99 miliar. Langkah ini dilakukan melalui penambahan modal dengan HMETD I yang dikombinasikan dengan fasilitas pinjaman bank.

BABY berencana menerbitkan 238,60 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590 per saham. Dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur bisnis perseroan.

Sebanyak 220,34 juta saham dialokasikan untuk inbreng saham EGI senilai Rp143,00 miliar. Nilai tersebut setara dengan 48,00% kepemilikan yang disetor oleh pemegang saham pengendali, Blooming Years Pte. Ltd.

Sisa dana HMETD sekitar Rp139,99 miliar akan digunakan untuk pembelian tunai 52,00% saham EGI dari Blooming Years Pte. Ltd. Transaksi ini juga didukung oleh fasilitas pinjaman dari Bank CIMB Niaga.

Langkah akuisisi ini diharapkan dapat memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kinerja keuangan BABY. Investor pun mencermati potensi sinergi bisnis yang dapat tercipta dari transaksi tersebut.

Di sisi rekomendasi saham, sejumlah emiten mendapat perhatian pelaku pasar. BRPT direkomendasikan Buy di kisaran 2.250–2.280 dengan target harga 2.340–2.390 dan stop loss di 2.120.

TLKM juga direkomendasikan Buy di area 3.500–3.530 dengan target harga 3.600–3.700 dan stop loss di 3.530. Saham ini menjadi salah satu pendorong utama penguatan IHSG hari ini.

MBMA direkomendasikan Buy di kisaran 710–720 dengan target harga 745–765 dan stop loss di 670. Saham ini menarik perhatian karena potensi teknikal yang masih terbuka.

RAJA masuk dalam daftar rekomendasi Buy di area 4.760–4.780 dengan target harga 4.900–5.050 dan stop loss di 4.470. Saham ini dinilai memiliki peluang melanjutkan tren penguatan.

INET juga direkomendasikan Buy di kisaran 372–378 dengan target harga 392–406 dan stop loss di 348. Rekomendasi ini memberikan alternatif pilihan bagi investor dengan profil risiko yang berbeda.

Kombinasi rekomendasi saham ini mencerminkan optimisme terhadap pergerakan pasar dalam jangka pendek. Investor dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai referensi dalam menyusun strategi investasi.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG ke level 8.290,97 menunjukkan sentimen pasar yang tetap solid meski ada tekanan jual asing. Kinerja saham-saham unggulan dan sektor Energy menjadi penopang utama pergerakan indeks.

Kondisi pasar yang relatif kondusif ini memberikan ruang bagi investor untuk melakukan akumulasi saham. Dengan dukungan sentimen global dan kebijakan pasar yang pro-transparansi, optimisme terhadap pasar saham domestik tetap terjaga.

Zahra

Zahra

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Saham BBCA Bersiap Tembus Segini Cermati Target Harga Baru Analis Pasar

Saham BBCA Bersiap Tembus Segini Cermati Target Harga Baru Analis Pasar

Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026

Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Februari Stabil di Rp2,94 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Februari Stabil di Rp2,94 Juta

Bank Lampung Raih Laba Rp205,31 Miliar pada 2025

Bank Lampung Raih Laba Rp205,31 Miliar pada 2025

Clipan Finance Terapkan Strategi Tepat untuk Tumbuhkan Piutang Pembiayaan 2026

Clipan Finance Terapkan Strategi Tepat untuk Tumbuhkan Piutang Pembiayaan 2026