Jumat, 13 Februari 2026

IHSG Kamis 12 Februari 2026 Berpotensi Lanjutkan Penguatan Signifikan

IHSG Kamis 12 Februari 2026 Berpotensi Lanjutkan Penguatan Signifikan
IHSG Kamis 12 Februari 2026 Berpotensi Lanjutkan Penguatan Signifikan

JAKARTA - Optimisme masih menyelimuti pasar saham domestik menjelang perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. 

Setelah mencatat lonjakan signifikan pada sesi sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren positifnya. Kombinasi sentimen global dan domestik menjadi fondasi yang menopang pergerakan indeks dalam beberapa hari terakhir.

Sekadar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 159,23 poin atau 1,96% ke level 8.290,27 pada Rabu, 11 Februari 2026. Kenaikan ini menjadi salah satu penguatan harian yang cukup solid, sekaligus mempertegas sentimen positif yang berkembang di pasar.

Baca Juga

Purbaya Bakal Gelontorkan Insentif Saham Emiten Kapal Segera Dapat Durian Runtuh

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan penguatan IHSG ditopang kombinasi sentimen global dan domestik.

 “Sektor energi menjadi yang terkuat dengan kenaikan 5,95%, sementara sektor financials menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,49%,” ujar Nico.

Sentimen Global Masih Mendukung

Dari eksternal, mayoritas bursa Asia menguat setelah bank sentral China kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan permintaan domestik. 

Data resmi menunjukkan inflasi konsumen China melambat pada Januari dan deflasi harga produsen masih berlanjut, sehingga memperkuat ekspektasi adanya langkah stimulus lanjutan.

Kondisi tersebut memberikan dorongan psikologis bagi pasar regional, termasuk Indonesia. Harapan akan stimulus tambahan dari China dinilai mampu menjaga stabilitas permintaan global dan memperbaiki prospek perdagangan kawasan.

Namun demikian, penguatan pasar tetap dibatasi oleh kekhawatiran terkait kelebihan kapasitas industri dan lemahnya konsumsi yang menekan prospek pertumbuhan. Artinya, meskipun sentimen positif hadir, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap potensi risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Faktor Domestik Perkuat Keyakinan

Dari dalam negeri, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan keyakinan bahwa pertumbuhan PDB Indonesia kuartal I akan melampaui 5,39% pada kuartal IV sebelumnya, didorong konsumsi selama perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan serta peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi ini menjadi katalis tambahan bagi pergerakan IHSG. Konsumsi rumah tangga yang meningkat pada periode musiman seperti Imlek dan Ramadan sering kali berdampak langsung terhadap kinerja sektor ritel, konsumsi, dan distribusi.

Sentimen domestik yang relatif stabil turut memberikan rasa percaya diri bagi investor. Kombinasi antara ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan dukungan eksternal membuat IHSG mampu mencatat penguatan signifikan pada sesi sebelumnya.

Pergerakan Saham Unggulan dan LQ45

Sepanjang perdagangan, Indeks LQ45 turut menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan antara lain BRPT, MAPI, BUMI, INCO, dan SCMA. Sementara saham yang menekan indeks di antaranya INDF, UNVR, BMRI, ASII, dan PTBA.

Kenaikan pada sejumlah saham berbasis energi dan komoditas sejalan dengan menguatnya sektor energi yang tercatat naik 5,95%. Hal ini memperlihatkan bahwa rotasi sektor masih berlangsung, dengan investor memanfaatkan momentum pada saham-saham tertentu yang memiliki katalis positif.

Sebaliknya, sektor financials menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,49%. Pelemahan ini menjadi penyeimbang di tengah reli indeks yang cukup kuat. Meski demikian, tekanan pada sektor keuangan belum cukup besar untuk membalikkan tren penguatan IHSG secara keseluruhan.

Proyeksi Teknis IHSG Hari Ini

Secara teknikal, Nico melihat pergerakan IHSG berada dalam rentang 8.170 hingga 8.350. Rentang ini menjadi area penting yang patut dicermati pelaku pasar dalam menentukan strategi perdagangan jangka pendek.

Dengan posisi tersebut, ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini (12/2/2026). Selama indeks mampu bertahan di atas area support, peluang untuk menguji level resistance tetap terbuka.

Kisaran 8.170 dapat menjadi area penopang jika terjadi koreksi intraday. Sementara itu, level 8.350 berpotensi menjadi batas atas yang akan diuji apabila sentimen positif terus berlanjut.

Bagi investor jangka pendek, rentang teknikal ini menjadi referensi untuk menentukan titik masuk dan keluar. Sementara investor jangka menengah dan panjang kemungkinan akan lebih fokus pada faktor fundamental, terutama proyeksi pertumbuhan ekonomi dan dinamika global.

Dinamika Pasar dan Strategi Investor

Kombinasi sentimen global dan domestik yang saat ini mendukung tidak menutup kemungkinan adanya volatilitas. Kekhawatiran terkait kelebihan kapasitas industri di China serta lemahnya konsumsi global masih menjadi faktor risiko yang membayangi.

Di sisi lain, optimisme pertumbuhan PDB Indonesia dan momentum konsumsi domestik menjadi penyeimbang yang cukup kuat. Hal ini tercermin dari penguatan IHSG sebesar 159,23 poin atau 1,96% ke level 8.290,27 pada Rabu, 11 Februari 2026.

Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan eksternal, terutama kebijakan lanjutan dari bank sentral China. Selain itu, pergerakan sektor-sektor dominan seperti energi dan keuangan juga perlu dipantau sebagai indikator arah indeks.

Dengan proyeksi teknikal di rentang 8.170 hingga 8.350, IHSG memiliki peluang untuk mempertahankan momentum positifnya pada Kamis, 12 Februari 2026. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat dinamika pasar yang bisa berubah cepat.

Secara keseluruhan, arah IHSG hari ini masih condong ke zona hijau, didukung sentimen global yang membaik serta optimisme pertumbuhan domestik. Pelaku pasar kini menanti apakah indeks mampu menembus batas atas rentang teknikalnya dan memperpanjang reli yang sudah terbentuk.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Saham BBCA Bersiap Tembus Segini Cermati Target Harga Baru Analis Pasar

Saham BBCA Bersiap Tembus Segini Cermati Target Harga Baru Analis Pasar

Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026

Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Februari 2026

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Februari Stabil di Rp2,94 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Februari Stabil di Rp2,94 Juta

Bank Lampung Raih Laba Rp205,31 Miliar pada 2025

Bank Lampung Raih Laba Rp205,31 Miliar pada 2025

Clipan Finance Terapkan Strategi Tepat untuk Tumbuhkan Piutang Pembiayaan 2026

Clipan Finance Terapkan Strategi Tepat untuk Tumbuhkan Piutang Pembiayaan 2026