Tokio Marine Perkuat Asuransi Perjalanan Lewat Fitur Visa Protection
- Kamis, 12 Februari 2026
JAKARTA - Merencanakan perjalanan ke luar negeri bukan lagi sekadar memesan tiket dan hotel.
Bagi banyak calon pelancong, tahap paling menegangkan justru datang sebelum keberangkatan, yakni saat pengajuan visa.
Risiko penolakan visa dapat menimbulkan kerugian finansial, terutama ketika tiket dan akomodasi sudah dibayar lebih dulu. Di tengah meningkatnya mobilitas global, perlindungan pada fase awal perjalanan menjadi semakin relevan.
Baca JugaPurbaya Bakal Gelontorkan Insentif Saham Emiten Kapal Segera Dapat Durian Runtuh
Melihat kebutuhan tersebut, PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI) menyoroti fitur Visa Protection sebagai nilai tambah pada produk Tokio Marine Travel Partner (TMTP) untuk merespons meningkatnya risiko finansial pada tahap awal perencanaan perjalanan internasional, khususnya terkait potensi penolakan visa.
Head of Product Development PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, Djoko Mulyono mengatakan pengajuan visa kerap menjadi titik krusial karena calon pelancong biasanya sudah menyiapkan tiket dan akomodasi sebelum keputusan visa diterbitkan.
"Melalui Visa Protection, kami ingin membantu nasabah merasa lebih tenang karena ada perlindungan tambahan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, perlindungan perjalanan tidak lagi hanya berfokus pada risiko saat berada di luar negeri, tetapi juga mencakup potensi kerugian sebelum keberangkatan benar-benar terjadi.
Manfaat Visa Protection dan Skema Perlindungan
Secara umum, Visa Protection memberikan manfaat penggantian atas biaya pengurusan visa yang ditolak serta komponen biaya perjalanan lain seperti tiket dan akomodasi, sepanjang memenuhi ketentuan, pengecualian, dan persyaratan dalam polis.
Artinya, perlindungan ini tidak bersifat tanpa batas, melainkan mengikuti aturan yang tercantum dalam polis asuransi. Skema ini diarahkan untuk mengurangi potensi kerugian akibat risiko administratif yang berada di luar kendali konsumen.
Penolakan visa sering kali terjadi karena berbagai faktor administratif yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi oleh pemohon.
Dalam situasi seperti ini, calon pelancong dapat mengalami kerugian finansial cukup besar, khususnya jika tiket pesawat dan hotel bersifat non-refundable. Dengan adanya Visa Protection, risiko tersebut dapat diminimalkan.
Fitur ini menjadi diferensiasi penting di tengah persaingan produk asuransi perjalanan. Perlindungan tidak hanya berlaku saat terjadi gangguan perjalanan, kecelakaan, atau kondisi darurat medis, tetapi juga sejak fase pra-keberangkatan.
Pendekatan ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam industri asuransi perjalanan, yang kini semakin menekankan mitigasi risiko secara menyeluruh.
Peran Strategis Travel Agent dalam Distribusi Produk
Dalam ekosistem perjalanan, travel agent tetap memegang peranan penting. TMI menilai peran travel agent tetap strategis dalam mendistribusikan produk asuransi perjalanan sekaligus meningkatkan literasi risiko perjalanan kepada konsumen.
Hal ini ditegaskan dalam forum Travel Agent Kick Off yang dihadiri lebih dari 50 mitra agen perjalanan. Dalam forum tersebut, perusahaan menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan pemilihan perlindungan sesuai kebutuhan nasabah sejak tahap perencanaan.
Bagi banyak konsumen, travel agent merupakan sumber informasi utama terkait dokumen perjalanan, kebijakan visa, hingga perlindungan asuransi. Karena itu, edukasi yang memadai kepada agen perjalanan dinilai krusial agar mereka dapat menjelaskan manfaat dan batasan produk secara transparan kepada calon nasabah.
“Kami ingin perjalanan nasabah dimulai dengan rasa aman, bukan dengan kekhawatiran. Karena itu, kami terus memperkuat dukungan untuk mitra travel agent, baik dari sisi kemudahan proses, penguatan layanan, maupun materi edukasi yang lebih mudah dipahami,” tambah Djoko.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat bahwa asuransi perjalanan bukan sekadar formalitas persyaratan visa, melainkan instrumen perlindungan finansial yang komprehensif.
Penguatan Layanan dan Transformasi Digital
Seiring meningkatnya kebutuhan perjalanan internasional, TMI juga menyiapkan penguatan layanan asuransi perjalanan melalui pengembangan kapabilitas digital. Langkah ini mencakup penyederhanaan alur operasional serta peningkatan integrasi sistem untuk mempermudah proses pembelian hingga klaim.
Transformasi digital menjadi kunci dalam mempercepat pelayanan dan meningkatkan kenyamanan nasabah. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, proses administrasi dapat berlangsung lebih efisien, baik bagi agen perjalanan maupun konsumen langsung.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan program kolaborasi dengan mitra distribusi untuk memperluas jangkauan produk. Pendekatan ini sejalan dengan tren perjalanan internasional yang semakin membutuhkan perlindungan sejak fase pra-keberangkatan.
Di era digital, konsumen cenderung menginginkan proses yang cepat dan transparan. Oleh karena itu, penyederhanaan prosedur serta peningkatan kualitas layanan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat daya saing produk asuransi perjalanan.
Menjawab Tren Perjalanan Global yang Dinamis
Perjalanan internasional saat ini menghadapi dinamika yang semakin kompleks, mulai dari perubahan regulasi visa hingga ketidakpastian kebijakan imigrasi di berbagai negara.
Dalam konteks tersebut, perlindungan tambahan seperti Visa Protection menjadi relevan untuk memberikan kepastian finansial bagi calon pelancong.
Langkah TMI memperkuat fitur ini menunjukkan respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin sadar risiko. Wisatawan modern tidak hanya mempertimbangkan destinasi dan harga tiket, tetapi juga aspek perlindungan sejak awal perencanaan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan risiko administratif, asuransi perjalanan berpotensi berkembang menjadi bagian integral dari setiap rencana perjalanan. Perlindungan yang mencakup biaya visa, tiket, dan akomodasi yang terdampak penolakan visa dapat membantu menjaga stabilitas keuangan konsumen.
Ke depan, penguatan fitur dan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar akan menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi produk. Upaya pengembangan digital, kolaborasi dengan travel agent, serta edukasi berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan literasi asuransi di kalangan pelancong Indonesia.
Melalui pendekatan ini, perlindungan perjalanan tidak lagi dimaknai sebagai opsi tambahan, melainkan sebagai bagian esensial dari perencanaan perjalanan internasional yang matang.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Tipis dan "Beruntung" Saat Menghadapi Sunderland
- Kamis, 12 Februari 2026
Prediksi Pisa vs AC Milan: Pertarungan Sengit di Hari Valentine Serie A 2026
- Kamis, 12 Februari 2026
Serie A Pekan 24: Jadwal Padat dan Kondisi Kebugaran Pemain Menjadi Sorotan Utama
- Kamis, 12 Februari 2026
Berita Lainnya
Saham BBCA Bersiap Tembus Segini Cermati Target Harga Baru Analis Pasar
- Kamis, 12 Februari 2026
Clipan Finance Terapkan Strategi Tepat untuk Tumbuhkan Piutang Pembiayaan 2026
- Kamis, 12 Februari 2026












